Sabtu, 07 Februari 2015

Menunggu

Siapa yang tak pernah merasakan menunggu?
Apa yang kamu rasakan? Bosan?

Baiklah, ada  beberapa hal yang mengganggu pikiran saya tentang menunggu. Tentang masalah jodoh. Banyak sekali dari kita yang selama ini menggunakan istilah menunggu. Dan ini terjadi di pihak wanita. Entah apa yang mereka tunggu, padahal kita di anjurkan untuk menjemput jodoh. Menjemput bukan berarti harus agresif, bukan berarti harus tebar pesona ke lawan jenis. Menjemput itu mendekatkan diri, mendekatkan diri dengan Allah.

Kok bisa?
Bisa banget, mau minta ke siapa lagi kalau bukan ke Allah, yang Maha Memiliki. Mau minta yang model atau tipe yang kek gimana juga bakal dikasih. Tapi ingat, apa yang di kasihkan, tentunya sesuai dengan kemapuan kita untuk merawat, menjaga, dan tidak membuat kita lalai saat mencintai.

JODOH
Sebuah kata yang melahirkan kalimat-kalimat lain. Dimulai dari, "Kapan kamu nikah?" yang terkadang membuat sebagian besar orang yang belum mempunyai pasangan speechless. Jawaban dari mereka hanya "Secepatnya, doakan saja", sebenarnya dalam hati itu rasanya bikin mood nge-down. Entahlah mengapa orang-orang di sekitarnya asyik mengejeknya.

Balik lagi ke masalah menunggu.
"Aku sedang menunggu seseorang. Aku ingin memperbaiki diriku, untuk seseorang yang siap menikahiku." Keren sih. Tapi, saat wanita menunggu seorang pria, apakah yang ditunggu tahu jika wanita itu menunggu sang pria? Menunggu itu apa sih? Berharap pria itu datang tiba-tiba? Kebanyakan dari wanita selalu berharap kaum pria mampu mengerti dan memahami mereka. Plis, pria hanya bisa menebak dan mengira-ngira. Katakanlah. Katakanlah saja.

Mungkin ada yang akan menjawab "Aku akan mencintai dalam diam dan tetap menunggu. Aku yakin dia akan datang. Jika dia tidak datang, berarti dia bukan jodohku". Okay, pernyataan ini untuk kaum mereka yang sudah dalam level tinggi yakinnya ke Allah. Hehehe.

Disambung besok lagi, keep istiqamah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar